Cerita Petani Kopi Pejawaran, Banjarnegara

KEDHANAKEDHINICOFFEE.COM - Satu waktu dimana penulis sedang ada project bareng serabine.co dan menghabiskan waktu dari siang hingga petang di serabine.co ( sebuah kedai kopi dan serabi di Banjarnegara ). Saat itu juga kedatangan 2 orang Bapak bernama Pak Slamet Hakim dan Pak Lazim Muedi, keduanya datang dari Tlodas, Sarwodadi, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. Mereka datang untuk mengambil kopi yang sebelumnya sudah dititipkan ke kopi resmi ( kopi resmi satu unit usaha dengan serabine.co ), mengambil hasil roasting lebih tepatnya. 

Baca juga :



Ini bukan pertemuan pertama penulis dengan Pak Slamet Hakim, ini adalah pertemuan kedua, sebelumnya bertemu beberapa hari lalu, di tempat yang sama, saat itu beliau datang untuk ngobrol soal kopi dengan mas Galih ( @kopiresmi ), ngobrol soal kopi yang kemudian beliau menitipkan sekitar 3 kilo gram green bean kopi Pejawaran untuk di roasting. "Pak, nanam kopi sudah lama Pak ? sudah berapa tahun kira-kira" tanya saya kepada beliau Pak Slamet Hakim. "Ya sudah lama mas, cuma baru sedikit, ada beberapa pohon kopi yang kira-kira ya sudah 15 tahun mas" jawab Pak Slamet Hakim.

green bean dan roaster bean kopi robusta dan arabika Pejawaran Banjarnegara

Pak Slamet Hakim bercerita bagaimana dia mulai menanam kopi, yang awalnya dulu menenam tanaman seperti jagung, tomat, dan beberapa tanaman sayuran lainnya. "Pak, kenapa bapak tertarik menanam kopi?" kembali saya bertanya kepada beliau. "Nanem kopi ya sebenernya biar tanahnya kuat mas, tahu sendiri kan daerah atas kemiringan tanahnya begitu mas, ya sebagai warga ya pengin tanah sekitar tetep kuat dan aman lah mas" begitu jawab Pak Slamet Hakim dan di iyakan oleh Pak Lazim Muedi. Beliau juga bercerita bagaimana susahnya mencontohkan ke beberapa tetangga untuk menanam kopi, terlebih dengan pengetahuan untuk pembibitan, perawatan dan proses panen yang ( mohon maaf ) belum mengetahuinya. Beliau juga cukup resah dengan pemerintah yang kurang perhatian terhadap mereka para petani di sekitar kampungnya. "Ya pemerintah kurang perhatian mas, harusnya dikasih bibit, dikasih pengarahan atau pelatihan biar bisa maju, lah ini cuma dikasih bibit, ga tau bibit yang seperti apa, ga dikasih tau cara merawatnya ya sudah, lewat begitu saja, malah ada yang ga ditanam sama sekali, bibitnya mubah akhirnya" tutur Pak Slamet dan Pak Lazim.

hasil roasting di kopi resmi
Roasted bead Kopi Pejawaran Banjarnegara
Kebun Pak Slamet dan Pak Lazim sudah ditanami kurang lebih 1000 pohon kopi, yang di dalamnya ada beberapa tanaman lain seperti pohon Albasia dan pohon Nangka. Selama ini warga kampung Tlodas, Sarwodadi masih belum terlalu memikirkan proses panen, masih banyak beberapa yang melakukan proses panen campur aduk ( biji merah, biji kuning bahkan hijau ) dan harga jual chery masih tergolong sangat murah, ya mungkin karena proses panen yang seperti itu, mungkin jika nanti proses petik merah semua, harga jual pun akan naik. Dengan cerita kedua Bapak tersebut yang begitu semangat dan begitu yakin bahwa kopi mereka bisa maksmimal nantinya, penulis pun punya keinginan kuat untuk datang ke rumah mereka, ingin melihat kebun mereka dan harapannya suatu saat kopi milik Pak Slamet dan Pak Lazim bisa produksi dengan baik dan bisa kami bantu pasarkan.

ngobrol sesekali sembari menikmati kopi


Pak Slamet Hakim dan Pak Lazim Muedi
Kami pun mencoba menyicip kopi Robusta Pejawaran, Banjarnegara yang telah di roasting, dengan metode penyeduhan yang sangat sederhana, tak perlu menggunakan alat yang ribet dan tak perlu dengan dalih bla bla bla, robusta pejawaran diseduh tubruk. Untuk rasa, bisa dibilang enak, hanya saja masih dalam kategori kurang, kemudian saya tanyakan kepada mas Galih "Kok ada yang kurang yang mas, ini kenapa ?". "Ini pengaruh green bean kopinya kualitasnya turun, kalau ga salah ini biji sudah lama dan penyimpanannya kurang baik, jadi hasilnya kurang" jawab Mas Galih dan begitu juga Pak Slamet menambahkan "Iya mas, biji sudah lama terus disimpan di atas mas, di atap rumah, maklum orang-orang daerah saya belum paham proses penyimpanan kopi" tuturnya.

kopi tubruk Robusta Pejawaran, Banjarnegara

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.