Header Ads

Belajar Bareng Komunitas Kopi Banjarnegara

KEDHANAKEDHINICOFFEE.COM - Selepas senja, setelah hilangnya istilah sandingkala , kira-kira pukul 18:30 wib bergegas ke sebuah kedai kopi baru di Banjarnegara, namanya Bara Coffee untuk ngopi santai sembari menunggu waktu yang tepat untuk beranjak ke kota Gudeg, Yogyakarta ( malam itu rencana berangkat ke Jogja ). Seperti biasa, disambut oleh barista nan nyentrik berambut gimbal, namanya Catur Ngudi L. atau yang akrab disapa tutung atau di rumah dipanggil dudung oleh ibu-nya. 


Rintik gerimis menemani malam nan romantis itu, datang ke kedai kopi sendirian adalah cara yang tepat untuk ritual khusyuk menikmati kopi, penulis pun melakukan hal tersebut, berbekal sebuah buku yang baru saja tiba berjudul "KETIKATA" yang ditulis oleh Kak Mustika T. Yuliandri si pemilik akun twitter @PerempuanThicka , dia adalah salah satu penulis di Majalah Otten Coffee (  http://majalah.ottencoffee.co.id ) yang barusaja merampungkan buku nya yang berisi kumpulan puisi seputar kopi, kecupan, pelukan, kerinduan dan kenangan, salah satu yang cukup berkesan adalah tulisan "jangan ada pernah di antara kita".


Ketika sedang asyik membaca, sesekali buka notifikasi di handphone, ada obrolan menarik di group whatsapp bahwasanya group komunitas kopi Banjarnegara akan mengadakan agenda cupping kopi dengan melakukan trip dari satu kedai kopi ke kedai kopi lain di Banjarnegara yang rencana diberi nama "Cupping Trip". 

Tak lama kemudian beberapa pegiat komunitas kopi Banjarnegara datang ke Baracoffee untuk melakukan cupping, sungguh beruntung saya yang kebetulan malam itu pun sedang berada di Baracoffee sehingga berkesempatan mengikuti cupping dan sedikit banyak belajar tentang kopi dengan mereka.

cupping session kopi Toraja, Mandhaeling dan Senggani Banjarnegara
Cupping session ini dipandu oleh kak Tiyo, mulai dari persiapan hingga pada sesi diskusi seputar cupping, kak Tiyo memandu dengan asik dan santai, tidak dengan nada menggurui namun menyampaikan beberapa informasi penting layaknya seorang dosen yang sedang melaksanakan tugasnya di sebuah kelas kecil dengan nuansa santai tidak spaneng

Apa itu cupping ?

Dalam sebuah tulisan yang ditulis oleh Yulin Masdakaty yang berjudul 'apa itu coffee cupping? ' yang dimuat dalam laman majalah.ottencoffee.co.id tertulis :

Bagian pertama dari proses pencicipan (cupping) adalah di dalam lidah, di sini kita akan merasakan karakteristik-karakteristik dasar dari kopi seperti acidity (karakter asam), sweetness (karakter manis), bitterness (karakter pahit), saltiness (karakter asin—jika ada), dan savories atau rasa intinya. Proses standar dari coffee cupping dimulai dengan mengendusnya dalam, lalu menyeruputnya dengan kuat sehingga kopi yang disesap itu bisa “terlempar” ke seluruh langit-langit mulut.




Nah dari tulisan tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa proses cupping kopi ini adalah proses memahami karakter kopi yang nantinya akan disajikan untuk pelanggan baik di kedai-kedai kopi maupun untuk konsumsi pribadi. Kalau kami dari kedhanakedhinicoffe.com sih ga terlalu ribet untuk memahami karakter kopi, intinya kopi itu tak hanya soal rasa, proses dan sugesti pun berperan dalam secangkir kopi, jadi kami memilih untuk men-sugesti diri sendiri bahwa kopi selalu enak, kopi selalu nikmat, tanpa filosofi tanpa proses yang begitu detail. Namun kami pun suka belajar seputar kopi, jadi cupping session kali ini adalah sebuah majelis kopi nan bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi temen-temen yang kemarin ikut dalam gelaran cupping tersebut pada hari Senin ( 27/11/2017 ).

Kak Tiyo mulai menjelaskan seputar citarasa kopi


"Sepertinya jangan menggunakan istilah Cupping Trip, bagaimana kalau kita gunakan istilah Silaurahmi Cupping? " ungkap kak Arifin yang sering dipanggil kak Letop. Agenda ini akan diadakan terus menerus dengan berpindah-pindah tempat dengan waktu yang tak tentu, semua bisa serba dadakan dan akan lebih cair tanpa ada istilah deadline di antara kita. Semoga bisa jumpa lagi dalam kegiatan Silaturahmi Cuppng yang digagas oleh temen-temen komunitas kopi Banjarnegara, BARAPI.


2 komentar:

  1. Wah keren banget nih.. Ternyata pecinta kopi di Banjarnegara banyak juga ya.. Hhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. cukup banyak kak, silakan join kak jika ingin sharing soal kopi

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.